Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No:
masukkan no. yang dikehendaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi -(catatan kaki lihat versi Cetak)

192. St. Selestinus V (1294)

Selestinus lahir di Isernia, Italia dengan nama kecilnya Petrus Morrone. Dia berasal dari keluarga Angeleri namun lebih dikenal sebagai Morrone karena nama gunung di mana ia menjalani hidup pertapa. Konklaf yang memilihnya menjadi paus berlangsung selama dua tahun dan telah berpindah tempat sebanyak empat kali yaitu Roma, Viterbo, Rieti dan akhirnya Perugia. Konklaf itu terbagi dua yaitu mereka yang berpihak pada Colonna dan Orsini sehingga para cardinal tidak mencapai kata sepakat. Lamanya konklaf justru melukai Selestinus. Ia lalu menulis surat dukacita kepada para cardinal mendesak mereka untuk mengambil keputusan. Mereka lalu memilih dia, seorang pertapa suci, yang telah memilih hidup bertolak belakang dengan yang sekarang dia dipanggil. Pada awalnya ia menolak tetapi akhirnya ia terima dengan enggan dan menyadarinya sebagai suatu tindakan ketaatan kepada Allah. Alas an lain yang kuat memotivasinya ialah harapan untuk memperbarui dan mereformasi Gereja akan arah evangelisasi. Terpilih menjadi paus pada 5 Juli 1294.

Dia dimahkotai di L’Aqulia dan menjadikan Naples sebagai pusat kedudukannya di wilayah para Angevin yang dengan segera mencoba mengarahkannya pada kepentingan mereka sendiri. Segala rencana yang diimpikannya ketika dilantik secara sistematis ditentang dan digagalkan oleh hirarki Gereja sendiri yang seharusnya menolongnya. Penderitaan dan kekecewaannya demikian besar sehingga ia perlahan-lahan memutuskan untuk mengundurkan diri dari Takhta Kepausan pada 13 Desember 1294.

Orang yang membujuknya pada perubahan dramatis itu adalah Kardinal Caetani yang mampu dan lihai yang kelak menjadi Paus Bonifasius VIII, seorang pakar hukum, tempat paus minta nasihat. Segera setelah Selestinis mengumumkan tiara Kepausan, ia ditinggalkan dan dikurung, praktisnya sebagai seorang narapidana di Istana Fumone dalam kondisi yang keras dan tak menyenangkan. Isolasi total yang dikenakan kepadanya oleh Bonifasius VIII dengan beberapa maksud antara lain untuk memisahkannya dari para muridnya yang bisa jadi meyakinkannya untuk mengubah pendiriannya. Dia telah mendirikan Ordo Selestian. Setelah dipenjarakan selama satu setengah tahun, dia meninggal dunia, mungkin karena mengalami penganiayaan. Setelah 21 tahun, ia dikanonisasi di d’Avignon oleh Paus Klemens V (1313). Jenasahnya beristirahat di L’Aqulia di Gereja Collemaggio.